Senin, 23 Mei 2016

Profil dan Motivasi Kuliah di Peternakan

Nama                               : Satri Yusasra Agasi
Tempat, tanggal lahir          : Pk.Raba’a, 17 Juni 1997
Alamat                             : Darussalam
Pekerjaan                         : Mahasiswi
Hobi                                 : Membaca
Email                               : satriagasi17@gmail.com




            Melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dan memilih Universitas Syiah Kuala adalah cita-cita saya dari kecil. Semenjak kejadian Tsunami 11 tahun silam saya memili keinginan untuk melanjutkan pendidikan saya di Tanah Rencong ini. Mengingat begitu hebatnya bencana yang menghancurkan aceh saat itu, berita televis tidak luput dari tiu, disanalah saya memiliki keinginan yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan disini. Serta Aceh adalah Povinsi yang memiliki pendidikan agama yang baik. Keinginan saya pertama mendapat penolakan dari kedua orang tua saya, mengingat jarak yang begitu jauh dari kota kelahiran saya yaitu Payakumbuh dan ditambah kecemasan orang tua saya dengan kondisi saya yang bisa di bilang sering keluar masuk rumah sakit waktu SMA. Tapi dengan keyakinan yang kuat saya tetap memilih Universitas Syiah Kuala untuk melanjutkan pendidikan. Saya lulus di Universitas Syiah Kuala melalu jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan pilihan jurusan, pilihan pertama Kedokteran Hewan dan Peternakan sebagai pilihan kedua. Karna keyakinan saya untuk lulus di Universitas Syiah Kuala di salah satu jurusan yang saya pilih tinggi, saya tidak mengisi pilihan ketiga. Saya hanya memilih dua jurusan untuk satu Universitas. Setelah hari pengumuman SNMPTN keluar tepatnya 9 Mei 2015 tepat jam 17.00 WIB saya langsung mencek kelulusan dan ternyata saya luus di Peternakan Universitas syiah Kuala. Bahagia luar biasa karna keyakinan saya berbuah manis. Keyakinan saya di jawab Allah. Syukur yang luar biasa saya panjatkan kepada Allah SWT. Mama, papa dan keluarga lainnya begitu bahagia karena saya bisa lulus di Universitas Syiah Kuala dengan nilai Rapor, keluarga merasa senang karena saya bisa lulus tanpa harus mengikuti tes dan bersaing dengan ribuan orang di Indonesia. Tapi rasa di balik kebahagian mama papa ada rasa kuatir untuk melepas saya ke Aceh, karena mengingat jarak Banda Aceh dengan Payakumbuh yang begitu jauh dan kondisi kesehatan saya yang bisa di bilang lemah. Tapi mama papa tetap rela melepas saya karena keinginan saya yang kuat untuk kuliah di Universitas Syiah Kuala. Mama papa percaya saya bisa lebih baik disini karena keinginan yang kuat. Bahkan mama papa membuat syukuran untuk kelulusan saya dan untuk keselamatan saya selama disini. Sekarang udah semester Dua saya di jurusan Peternakan Universitas Syiah Kuala saya memiliki cita-cita yang tinggi saya ingin menjadi Dosen Peternakan setelah lulus di peternakan Universitas Syiah Kuala.
Saya juga ingin membalikkan pola pikir masyarakat tentang kuliah di peternakan. Banyak di kalangan masyarakat yang menyepele kan kuliah di peternakan. Saya tidak tahu dengan pasti apa penyebabnya. Menurut hasil duga-dugaan, penyebab dari penyepelean itu sangat lah banyak dan untuk mengetahui nya dengan pasti maka harus di lakukan survei yang mendalam.
Jika kita pergi ke sekolah-sekolah seperti SMP dan SMA lalu menanyakan kepada murid murid yang ada di sana tentang tujuan mereka untuk melanjutkan kuliah di jurusan apa, maka 2% dari 100% yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 di Peternakan. Mereka rata-rata ingin kuliah di dokter, ekonomi, hukum dan teknik. Sangat minim sekali yang mempunyai keinginan untuk kuliah di peternakan. Mungkin salah satu penyebab nya adalah karena mereka belum mengetahui nya. Mereka beranggapan kuliah di peternakan itu tidak ada masa depan, ketika tamat menjadi pengangguran atau menjadi seperti kabayan yang mengembala sapi di pinggir sawah.
Sebenarnya peternakan lah yang ketika tamat dari kuliah lalu tidak mengaggur. Sarjana peternakan ketika tamat dari kuliahnya bisa memelihara sapi, kambing atau pun memelihara ayam dengan ilmu yang sudah di milikinya. Berbeda denga jurusan jurusan lain yang ketika tamat membutuhkan lowongan pekerjaan agar mereka bisa bekerja. Peternakan itu mandiri. Apabila tidak bekerja di perusahaan, maka bisa membuka lapangan kerja sendiri.
Ada juga yang berpendapat “Ngapain kuliah di peternakan. Pulang ke kampung lalu pelihara sapi pun bisa juga tanpa kuliah”. Untuk memelihara 1 sampai 10 ekor memang bisa tanpa ada nya kuliah. Tetapi jika memelihara sapi dalam jumlah yang banyak, misal memelihara sapi sebanyak 200 ekor. Jika tanpa ilmu, sangat kecil kemungkinan untuk bisa memelihara sapi-sapi tersebut.
Saya sangat ingin mengubah pemikiran pemikiran mereka akan hal itu. Tidak selamanya potret peternak itu jelek di kalangan masyarakat. Tanpa peternak, mereka semua tidak bisa makan daging sapi, mereka tidak bisa minum susu dan mereka juga tidak bisa makan telur ayam. Peternak lah yang membuat mereka bisa mengenal 3 sumber protein hewani itu. Tidak pantas peternak itu di kucilkan.
 Awalnya, keraguan saya untuk terjun ke dalam dunia peternakan ialah mengenai pengubahan pengetahuan mengenai ilmu. Namun semuanya telah terjawab oleh revolusi paradigma yang menyatakan bahwa usaha selalu berbanding lurus dengan hasil. Tujuan mencari ridho Sang Maha Pencipta dalam menjalankan kehidupan merupakan titik awal untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Mengatasi masalah importasi daging, usaha pencapaian swasembada daging, peningkatan kualitas produk peternakan Indonesia, pembinaan para peternak kecil, sanitasi peternakan, sistem pakan, sistem jagal, dan pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia merupakan segelintir permasalahan yang membutuhkan tangan-tangan mahasiswa peternakan. Bukan sekedar mahasiswa yang bertitel sarjana melainkan mahasiswa yang memang telah kompeten dan layak mendapat gelar sarjana. Kobarkan semangat pergerakan ke arah yang lebih baik untuk kemajuan bersama.
Jurusan peternakan menawarkan prospek lapangan pekerjaan yang memadai. tinggal di negara yang memiliki potensi luarbiasa dengan kekayaan sumberdaya alam yang melimpah, yang seharusnya diimbangi dengan jumlah sumber daya manusia yang juga harus dapat memanfaatkan keanekaragama sumber daya alam.
  SAYA BANGGA KULIAH DI PETERNAKAN !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar